Wahyu Pertama Adalah Perintah "Iqra" (Baca); Wahyu Kedua Adalah "Pena" (Tulis)
Pendapat yang menyatakan bahwa nabi Muhammad adalah seorang yang buta huruf, tidak bisa membaca dan menulis, tidak didukung oleh satupun ayat Al-Qur'an. Wahyu pertama adalah "Baca (=Iqra)," dan salah satu ayatnya menyatakan "Allah mengajarkan (kepada manusia) dengan perantar'n pena" (96:1-4), dan wahyu kedua adalah "Pena" (68:1). Fungsi utama pena adalah untuk menulis.
Coba kita pikirkan dan renungkan, apakah nabi sebagai uswatun hasanah, contoh terbaik bagi kita umat-Nya, kemudian tidak menuruti perintah Allah, untuk tidak "membaca" dan "menulis," sangat naif kalau kita menganggap nabi adalah buta huruf, tidak mampu membaca dan menulis, dan hanya mengandalkan sahabat-sahabatnya untuk menuliskan wahyu-wahyu dari Allah? Apakah pernah disinggung siapa yang menuliskan Surat Iqra pertama kali! Bukankah di awal tidak ada yang langsung menjadi pengikut nabi? Apakah Siti Khadijah yang menuliskannya kalau memang nabi memang buta huruf? Apakah diceritakan bahwa Siti Khadijah bisa menulis? Kalau bukan berapa lama nabi mengingat wahyu-wahyu Allah yang turun di masa awal kenabiannya.
Nabi Adalah Seorang Pedagang Sukses.
Bukankah menurut penulisan sejarah yang menuliskan riwayat hidupnya selalu menyatakan bahwa dia adalah orang yang pandai, pedagang yang sukses, al-amin, dan orang yang jujur? Para ulama Muslim yang menyatakan ummi = buta huruf mungkin LUPA bahwa pada masa nabi tidak ada simbol angka-angka (1, 2, 3 dan seterusnya), jadi pada masa itu huruf-huruf alfabet Arab digunakan untuk mewakili angka (misal A = 1; B = 5; dan lain sebagainya). Sebagai pedagang yang setiap hari berurusan dengan angka-angka, nabi sudah sewajarnya harus mengetahui alfabet.
Ulama-ulama Muslim pada dua abad pertama setelah Al-Qur'an diturunkan tidak mengerti tantangan ayat Al-Qur'an yang menyatakan untuk membuat buku seperti Al-Qur'an. Mereka tentu tidak mengerti dan tidak terbayang sama sekali adanya komposisi matematis (misal: kelipatan 19 dan lain sebagainya) ataupun kesesuaian dari kata-kata tertentu (misal: jumlah kata "Isa" = jumlah kata "Adam") dalam keseluruhan Al-Qur'an. Sehingga ketika beberapa sastrawan dan penyair pada jaman tersebut bisa membuat rangkaian kata-kata dan kalimat-kalimat yang kurang lebih secara literal sama indahnya dengan surat dari Al-Qur'an, maka para ulama memutuskan untuk menyatakan bahwa Muhammad adalah seorang yang buta huruf! Dengan pernyataan ini mereka berharap bahwa Al-Qur'an akan dipandang sebagai sesuatu yang sangat luar biasa secara literal penulisannya bahkan merupakan suatu keajaiban oleh kaum non-Muslim ataupun anti-Muslim.
Pernyataan satu dan yang lainnya, pro-kontra tentang ini akan saling susul-menyusul, perdebatan panjang sejarah dan sebagainya, namun kembali kepada kriteria tentang yang benar dan salah dan insya Allah disetujui oleh semua adalah pembuktian melalui ayat-ayat Al-Qur'an sebagai Al-Furqan, jadi kita akan coba buktikan berdasarkan bukti dari ayat-ayat Al-Qur'an.
Apakah kata "Ummi" Bermakna "Buta Huruf"?
(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang percaya kepadanya, menghormatinya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (7:157)
Berhubungan dengan ayat 7:157, kedatangan nabi Muhammad telah dinyatakan dalam kitab suci sebelumnya (Old & New Testament) yaitu pada Deuteronomy (Ulangan) 18:15-19 dan John (Yohanes) 14:16-17 & 16:13.
Banyak terjemahan Al-Qur'an telah memberi makna kata "ummi" sama dengan "buta huruf," atau "tidak bisa membaca dan menulis." Bukan hal yang mengherankan pula bahwa para penterjemah Al-Qur'an dalam mengartikan kata "ummi" ini kuat sekali dipengaruhi oleh Islam tradisi, yang sudah berurat dan berakar sangat-sangat dalam, diyakini beratus-ratus tahun lamanya bahwa nabi Muhammad adalah seorang nabi yang buta huruf.
Dengan melakukan analisa kepada beberapa ayat Al-Qur'an yang mengandung kata "ummi," insya Allah dengan mudah bisa kita periksa dan akhirnya yakini bahwa makna kata ‘"ummi" bukanlah buta huruf namun seseorang atau orang-orang atau kaum yang sebelumnya belum pernah menerima kitab suci.
Analisa Ayat-Ayat Al-Qur'an Yang Mengandung Kata "Ummi"
Fa-in hajjuuka faqul aslamtu wajhiya lillaahi wamani ittaba'ani waqul lilladziina uutuu alkitaaba waal-ummiyyiina a-aslamtum fa-in aslamuu faqadi ihtadaw wa-in tawallaw fa-innama 'alayka albalaaghu wa-Allahu bashiirun bial'ibaadi. (3:20)
Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku". Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al-Kitab*) dan kepada orang-orang yang ummi: "Apakah kamu (mau) masuk Islam?" Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (3:20)
*) Orang-orang yang telah diberi Al-Kitab pemahamannya menunjuk kepada kaum Yahudi dan Nasrani.
Kalau kata "ummi" pada ayat 3.20 ini kita terjemahkan sebagai orang-orang yang buta huruf, maka ayat tersebut akan menjadi: ...Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al-Kitab dan kepada orang-orang yang buta huruf: "Apakah kamu (mau) masuk Islam?"
Analisa Pada Ayat 3:20
Lawan dari orang-orang yang telah diberi Al-Kitab adalah orang-orang yang belum diberi Al-Kitab bukannya orang-orang yang buta huruf.
Jika "ummi" diartikan sebagai orang-orang yang buta huruf berarti Allah memerintahkan nabi untuk mengundang orang-orang yang telah diberi Al-Kitab dan HANYA kepada orang-orang yang buta huruf di antara keseluruhan masyarakat di zaman nabi saat itu! Hal ini tentu sangat tidak masuk akal. Dan sangat tidak mungkin Allah Yang Maha Tahu bermaksud seperti ini. Tidak logis.
Analisa Pada Ayat 62:2
Huwa alladzii ba'atha fii al-ummiyyiina rasuulan minhum yatluu ‘alayhim ayatihi wayuzakkiihim wayu'allimuhumu alkitaba w'lhikmata wa-in kanuu min qablu lafii dalalin mubiinin. (62:2)
Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf (?) seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah. Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (62:2)
Kembali hal yang sama, kalau "ummi" diartikan sebagai kaum yang buta huruf, apakah ini berarti bahwa Allah mengirim nabi Muhammad hanya kepada orang-orang yang tidak bisa membaca dan menulis? Ini sangat tidak logis, sedangkan kita meyakini bahwa nabi Muhammad dikirim untuk menyampaikan Al-Qur'an kepada seluruh umat manusia, atau kalau kita batasi dalam konteks kenabian-nya saat itu adalah kepada bangsa Arab, kaumnya, sangat tidak masuk akal kalau semua orang dari penduduk Mekah dan kemudian Madinah semuanya buta huruf. Ini lebih kuat lagi membuktikan bahwa pengertian "ummi" adalah kaum yang sebelumnya belum pernah mendapatkan kitab suci.
Ayat-ayat berikut ini akan memberikan kesimpulan yang lengkap kepada kita bahwa makna kata "ummi" bukanlah buta huruf.
Waminhum ummiyyuuna la ya'lamuuna alkitaba illa amaniyya wa-in hum illa yazhunnuuna. (2:78)
Dan di antara mereka ada yang ummi (=buta huruf?), tidak mengetahui Al-Kitab, kecuali kebohongan belaka dan mereka hanya menduga-duga. (2:78)
Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelak'n besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelak'n besarlah bagi mereka untuk apa yang telah mereka dapatkan. (2:79)
Pada ayat 2:78 Allah berkata tentang kaum ummi yang tidak mengenal Al-Kitab, kemudian dia 2:79 Allah memperingatkan mereka (orang/kaum yang ummi di 2:78) untuk tidak menulis versi Al-Kitab yang menyimpang dengan tangan mereka sendiri yang hanya berarti bahwa kaum ummi bisa menulis dan membaca. Jadi kesimpulannya makna dari kata "ummi" yang tepat adalah seseorang atau orang-orang atau kaum yang sebelumnya belum pernah menerima kitab suci.
Terjemahan yang tepat untuk ayat-ayat 7:157, 3:20, 62:2 dan 2:78 adalah dan sebagai berikut:
(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, nabi dari kaum yang belum pernah mendapat kitab yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang percaya kepadanya, menghormatinya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (7.157)
Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku". Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al-Kitab dan kepada orang-orang yang belum pernah mendapat kitab: "Apakah kamu (mau) masuk Islam?" Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (3:20)
Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang belum pernah mendapat kitab suci seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah. Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (62:2)
Dan di antara mereka ada kaum yang belum pernah menerima kitab (ummi), tidak mengetahui Al-Kitab (Taurat), kecuali kebohongan belaka dan mereka hanya menduga-duga. (2:78)
Nabi Muhammad Menulis Wahyu Allah Dengan Tangannya Sendiri
Al-Qur'an menyatakan bahwa Muhammad menuliskan Al-Qur'an, hal ini bisa dilihat pada pernyat'n orang-orang yang sejaman dengan nabi Muhammad yang dikutip oleh ayat Al-Qur'an, mereka mengatakan: "Ini adalah dongeng dari jaman dulu yang dia (Muhammad) tuliskan. Yang didiktekan kepadanya (Muhammad) siang dan malam" (25:5). RENUNGKAN: Kita tidak akan bisa "mendiktekan" kepada orang yang buta huruf. Lihat juga ayat (29:48).
Pengertian kunci yang berhubungan dengan "ummi" dalam hal ini adalah bahwa, kaum kafir tahu bahwa nabi Muhammad bisa menulis dan membaca, tidak buta huruf. Bagaimanapun juga tidaklah mungkin mendiktekan kalimat-kalimat, untuk kemudian ditulis kepada seorang yang buta huruf.
Ketika nabi meninggal, dia meninggalkan Al-Qur'an yang lengkap ditulis dengan tangannya sendiri dalam urutan yang sesuai dengan kronologi turunnya wahyu, bersama dengan perintah khusus untuk menempatkan setiap ayat dan surat. Perintah Allah yang dicatat oleh nabi telah dirancang untuk menyatukan Al-Qur'an sesuai dengan format akhirnya yang seperti sekarang yang dimaksudkan sebagai Testamen Terakhir Dari Allah kepada dunia (75:17). Muslim di masa-masa awal baru berhasil membukukan Al-Qur'an pada masa Khalifah Usman, kurang lebih 15 tahun setelah nabi wafat.
Jadi dari semua uraian di atas, mudah-mudahan kesimpulan anda dan saya sama, Insya Allah, bahwa makna yang benar dari kata "ummi" adalah orang atau kaum yang belum pernah menerima kitab suci dari Allah.
Namun kembali untuk keuntungan kita bersama, berikut kita berikan tabel lengkap untuk membandingkan pengertian ummi tradisi (=buta huruf) dengan pemahaman bahwa ummi bukan buta huruf.
Tabel Perbandingan Arti Kata "Ummi"
Tabel di bawah untuk memudahkan anda memeriksa dan menyimpulkan sendiri apakah kata "ummi" berarti:
- Orang atau kaum yang buta huruf, atau
- Orang atau Kaum yang belum pernah menerima kitab suci
| (Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, nabi dari kaum yang buta huruf yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang percaya kepadanya, menghormatinya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (7:157) | (Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, nabi dari kaum yang belum pernah mendapat kitab yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang percaya kepadanya, menghormatinya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (7:157) |
| Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku". Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al-Kitab dan kepada orang-orang yang buta huruf: "Apakah kamu (mau) masuk Islam?" Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (3:20) | Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku". Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al-Kitab*) dan kepada orang-orang yang belum pernah mendapat kitab: "Apakah kamu (mau) masuk Islam?" Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (3:20) |
| Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah. Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (62:2) | Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang belum pernah mendapat kitab suci seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah. Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (62:2) |
| Dan di antara mereka ada kaum yang buta huruf (ummi), tidak mengetahui Al-Kitab (Taurat), kecuali kebohongan belaka dan mereka hanya menduga-duga. (2:78) | Dan di antara mereka ada kaum yang belum pernah menerima kitab (ummi), tidak mengetahui Al-Kitab (Taurat), kecuali kebohongan belaka dan mereka hanya menduga-duga. (2:78) |
| Katakanlah: "Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul Nya, nabi dari kaum yang buta huruf (ummi) yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk." (7:158) | Katakanlah: "Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul Nya, nabi dari kaum yang belum pernah mendapat kitab (ummi) yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk." (7:158) |
Tiada ulasan:
Catat Ulasan